06 April 2009

Masa Muda

Prof. Dr. Ing. -Dr. Sc. H.C. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie (72 tahun) merupakan pria Pare-Pare (Sulawesi Selatan) kelahiran 25 Juni 1936. Habibie menjadi Presiden ke-3 Indonesia selama 1.4 tahun dan Wakil Presiden RI ke-7 hanya 2 bulan. Habibie merupakan “blaster” antara orang Jawa [ibunya] dengan orang Makasar/Pare-Pare [ayahnya].



05 Maret 2009

Assalamu’alaikum sahabat semuanya....Pertama-tama saya ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena banyak dari sahabat yg membaca artikel saya kebingungan dengan tahun penyelenggaraan artikel saya yg sebelumnya.

Nah di bawah ini sekarang sudah informasi yg akurat karena saya dapatkan dari website resmi panitia penyelenggara SNMPTN 2009 pada alamat: http://snmptn.ac.id/index.php?menuId=3

Semoga dari artikel yg sekarang ini bs benar-benar berguna bagi sahabat yg ingin mengikuti SNMPTN 2009.

Sekali lagi saya mohon maaf atas kesalahan saya kemarin..^^

 

04 Maret 2009

Hemm...artikel ini memang tentang Jepang. Negara yang mempunyai kemajuan pesat di bidang teknologi, tp kali ini bukan teknologinya yang akan saya bahas, bolehkan sekali sekali OOT (Out Of Topic)? :D

 

Yang akan saya coba bahas adalah mengenai Pasar Tradisional di Jepang sana, terutama pasar yang ada di daerah pertanian. Bingung kan??

 

Sebenarnya sih ini bukan pasar yah karena penjual disana adalah para petani yang membuka lapak sendiri-sendiri untuk menjual hasil kebunnya yang tersisa (kebanyakan).

 

Dan kalau dilihat, tidak ada bedanya dengan pasar yang ada di Indonesia, kecuali satu perbedaannya yaitu tidak ada orang yang menjaga untuk lapaknya tersebut.

 

04 Februari 2009

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada
Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap
wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-
bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya
pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan
badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya,
ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban
Ayahnya. Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.”
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa
penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak
wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya
mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.”
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

04 Februari 2009

JAKARTA | SURYA Online - Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi kota terbersih pada 2008. Ini berdasar Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang diperoleh dari persepsi pelaku bisnis di Yogyakarta. Mereka menilai pemerintah daerahnya cukup bersih dan serius dalam usaha memberantas korupsi.

“Dari 50 kota yang disurvei dalam IPK Indonesia 2008, Yogyakarta mendapatkan skor tertinggi, yaitu 6,43,” ujar Manajer Riset dan Kebijakan Transparency International Indonesia, Frenky Simanjuntak, dalam presentasinya di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (21/1).

Skor ini mengalahkan sejumlah kota besar lainnya, seperti Palangkaraya yang mendapat skor 6,1; Banda Aceh, 5,87; Jambi, 5,57; dan Mataram yang memperoleh skor 5,41.Frenky mengatakan terpilhnya Yogyakarta sebagai kota tersebrsih dimungkinkan mengingat sejak 2006 dibentuk Dinas Perizinan yang merupakan pengembangan dari Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA). Hal ini, lanjutnya, juga disebabkan keberhasilan pemerintah DIY dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sementara itu, Kupang mendapat skor terendah, yaitu 2,97, disusul Tegal (3,32), Manokwari (3,39), Kendari (3,43), dan Purwokerto 93,54). “Skor terendah dicapai Kupang karena pada tahun-tahun sebelumnya di kota ini banyak terjadi kasus korupsi yang melibatkan pejabat dan anggota DPRD setempat,” jelasnya.

Namun, survei ini menyamaratakan kota dengan perputaran uang tinggi dan kota yang memiliki putaran uang rendah. Menurut Frenky, TI dalam melaksanakan survei IPK ingin memberikan gambaran yang komprehensif secara nasional. bob/kcm